Berita

Kejati Kalsel Maknai Hari Kesaktian Pancasila Sebagai Penguatan Karakter Pegawai

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada hari ini, dimaknai oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Selatan sebagai penguatan karakter dan pemersatu bagi pegawai Kejaksaan.

“Bagi Kejati Kalsel sendiri, Hari Kesaktian Pancasila merupakan penguatan karakter pegawai kejaksaan, juga sebagai pemersatu, karena di sini terdiri dari berbagai suku dan agama, jadi Pancasila lah yang menjadi perangkai dan penguat terhadap perbedaan ini,” ujar Asisten Pembinaan Kejati Kalsel Luhur Istighfar.

Hal itu Ia ungkapkan kepada koranbanjar.net, Senin(1/9/2019) usai melaksanakan upacara Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti jajaran Kejati Kalsel beserta pegawai dan staf, bertempat di halaman kantor Kejati Kalsel Jalan DI Panjaitan Banjarmasin.

Menurutnya juga, dalam situasi sekarang, Pancasila benar-benar diuji apakah benar-benar kuat sebagai pemersatu dan penguat karakter bangsa.

“Sebagai anak bumi Pertiwi, anak bangsa harus mengedepankan Pancasila sebagai satu-satunya pegangan, pemersatu dan penguat bangsa,” tegasnya.

Saat ditanya apakah ada kaitannya terhadap WBK menuju WBBM, Luhur menjelaskan, berbicara masalah hukum, Pancasila sebagai dasar dan sumbernya yang diaplikasikan ke dalam undang-undang.

“Dalam kaitannya dengan WBK dan WBBM, karakter berbangsa dalam Pancasila ini perlu dikembangkan, karena di situ ada unsur keagamaan, permusyawarahan, persatuan dan keadilan yang kemudian diimplementasikan di kehidupan sehari-hari di lingkungan Kejati Kalsel,” terangnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada di tahun ini mengambil tema Pancasila sebagai dasar penguatan karakter bangsa menuju Indonesia maju dan bahagia.

Kejati Kalsel sendiri diperintahkan oleh Kejaksaan Agung RI menggelar upacara untuk memperingati hari kesaktian lambang negara yang berlambangkan Burung Garuda tersebut. (yon)