Berita

Kejati Tahan Tersangka Datmi

BANJARMASIN – Datmi selaku PPTK proyek jembatan Mandastana yang turut terseret jadi tersangka kasus ambruknya jembatan di­ta­han Kejaksaan Tinggi Kalimatan Selatan setelah berkas perkara dan tersangkanya dilimpahkan pihak penyidik, Kamis (1/8) sore.

Dalam proses tahap 2 penyerahan berkas dan tersangka oleh penyidik Polda Kalsel, kemudian tersangka langsung dilakukan tes kesehatan.

“Setelah tes kesehatan selesai kemudian tersangka langsung kita tahan dan titipkan di Lembaga Pemasyarakatan Teluk Dalam Ban­jar­ma­sin,”ucap Hadi Riyanto SH, selaku Kasi Penuntutan pada Kejaksaan Tinggi Kalimatan Selatan, Jumat (2/8) pagi.

Lanjut Hadi, langkah selanjutnya pihak menyiapkan penyusunan dakwaan dan secepatnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Ban­jarmasin untuk disidangkan.

“Untuk pasal yang disangkakan yakni pasal 2 atau 3 UURI No tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,”kata Hadi.

Disinggung mengenai uang pengganti apakah juga ada atau akan dibebankan kepada tersangka Datmi? Hadi mengatakan bagaimana nanti terungkapnya dipersidangan.

“Walaupun uang pengganti itu sudah ada dititipkan dari pihak kontraktor, namun kita lihat perkembangan nan­tinya,”jelas Hadi.

Sebelumnya diberitakan, kendati dua terdakwa kasus dugaan korupsi proyek ambruknya jembatan Man­dastana Kabupaten Batola H Rusman Adji dan Yudi Ismani telah menjalani proses per­sidangan hingga dijatuhi hukuman masing-masing 4 tahun penjara, bukan berarti kasusnya telah selesai.

Masih ada tersangka lainnya yakni dari pihak pemerintahan atau Aparatur Sipil Negara (ASN) selaku Pejabat Pembuat Teknik Kegiatan (PPTK).

Adalah Datmi yang ikut terseret yang mana berkas perkaranya yang ditangani pihak Sat Rekrimsus Polda Kalsel dinyatakan rampung (P21).

Hal tersebut dikatakan Munaji SH, Assisten Pidana Khusus Kejati Kalsel beberapa waktu lalu. Menurut Munaji untuk perkara jembatan Mandastana Kabupaten Batola masih berlanjut dengan tersangka Datmi selaku PPTK.

Sekadar diketahui, pada kasus ambruknya konstruksi jembatan beton penghubung Desa Tanipah denganDesa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, awalnya  penyidik  Ditreskrimsus Polda Kalsel menetapkan dua orang tersangka yakni Direktur Utama Citra Bakumpai Abadi, Rusman Adji.

Kegagalan konstruksi dan bangunan jembatan me­ngakibatkan kerugian negara Rp 16,3 miliar. Kemudian pada tahap penyidikan, penyidik me­nya­takan adanya keterlibatan tersangka lainnya yakni dari PPTK yang diketahui adalah Datmi.

Dalam kasus ini H Rusman selaku Direktur PT Citra Bakumpai Abadi sebagai kontraktor pelaksana pem­bangunan jembatan tersebut yang runtuh tepat 17 Agustus 2017.Sedangkan Yudi Ismani ST, selaku Konsuiltan Pengawas.

Jembatan Mandastana dibangun lewat pendanaan DAK APBN-P tahun 2015 dengan nilai kontrak Rp17,4 miliar. Runtuhnya jembatan diduga akibat pilar kedua dari Desa Tanipah atau pilar ketiga dari Desa Bangkit Baru amblas ke dalam tanah.

Ambruknya jembatan diduga konstruksi bangunan bawah dan atas tak mengikuti ketentuan gambar yang sudah tertuang di dalam kontrak yang diajukan konsultan perencana. Proses pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan tidak sesuai dokumen kontrak.ris