Berita

Sebut Kerugian Rp 4,2 M, Kejati Kalsel Tetapkan Lima Tersangka Kasus Pipanisasi di Kabupaten Banjar

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Setelah cukup lama bergulir di tahap penyelidikan kemudian ditingkatkan ke penyidikan, pihak penyidik Pidana Khusus Kejaksaan (Pidsus) Tinggi Kalsel akhirnya menetapkan tersangka pada kasus dugaan tindak pidana korupsi kegiatan pembangunanan sarana prasarana penunjang air bersih penunjang pedesaan (pipanisasi) pada dinas Pemukiman dan Perumahan (Perkim) Kabupaten Banjar tahun anggaran 2016 .

Tak tanggung-tanggung, lima orang ditetapkan penyidik menjadi tersangka. Hal ini diungkapkan Asisten Pidana Khusus (Adpisus) Kejati Munaji kepada wartawan, Selasa (18/6/2019) siang.

Menurutnya, dari hasil audit yang dilaksanakan BPKB untuk proyek ini ditemukan ada kerugian negara sekitar Rp 4,2 miliar.

Dari penyidikan yang dilakukan, telah ditetapkan 5 prang tersangka, yakni LR, HR FS, BY,YE, posisi tersangka dua orang dari Dinas Perkim yakni PPTK , PPK dan tiga orang rekanan.

"Semuanya baru ditetapkan sebagai tersangka sehingga nantinya akan kembali dilakukan pemeriksaan lagi,"katanya.

Lokasi proyek pipanisasi ini berada di Kabupaten  Banjar dan dalam waktu dekat setelah ditetapkan tersangka saksi-saksi akan pihaknya panggil kembali dan terakhir nanti para tersangka akan pihaknya panggil untuk dimintai keterangan.

Munaji menjelaskan, modus kasus ini yakni dari hasil pemeriksaan ada sebagian mark up harga dan sebagian kurang volume, pekerjaan. Fiktif dan ada dua pengawas ditunjuk dalam pengerjaan ini namun tak melakukan pekerjaan atau CV nya dipinjam.

Menurutnya pekerjaan ini menyambungan saluran air ke rumah-rumah untuk warga tak mampu dengan pagu anggaran sekitar Rp 9 miliar.

Menurut Munaji sambungan ini tersambung semua harga tertera di PDAM sambungan rumah Rp1,3 juta dan dibuat anggaran satu rumah sekitar Rp3 jutaan.(Banjarmasinpost.co.id/irfani)